Merdekapos.com, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera kembali menjadi perhatian internasional. Aktor Hollywood sekaligus aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio, menyoroti dampak kebakaran melalui media sosialnya, terutama terhadap masyarakat dan kelangsungan hidup satwa liar.
Sorotan tersebut memperlihatkan bahwa karhutla Indonesia bukan sekadar persoalan musiman, tetapi ancaman serius terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Kebakaran yang melanda kawasan hutan berpotensi memperparah kerusakan habitat satwa dilindungi, termasuk orangutan, sekaligus meningkatkan risiko pencemaran udara akibat kabut asap.
Persoalan mendasarnya kini bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi sejauh mana pemerintah mampu mencegah kebakaran berulang dan memastikan pengawasan terhadap aktivitas pemanfaatan lahan berjalan efektif.
Perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem memang meningkatkan risiko kebakaran. Namun, faktor aktivitas manusia, tata kelola lahan, serta kepatuhan terhadap peraturan lingkungan tidak dapat diabaikan.
Perhatian DiCaprio menjadi pengingat bahwa perlindungan hutan Indonesia telah menjadi kepentingan global. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pencegahan, penegakan hukum, serta pemulihan ekosistem yang rusak.
Karhutla tidak cukup dijawab dengan operasi pemadaman setiap tahun. Yang dibutuhkan adalah kebijakan pencegahan yang terukur, transparansi pengawasan, dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Laporan oleh Rene

