Close Menu
    What's Hot

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    February 16, 2026

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026
    What's Hot

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    February 16, 2026

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, February 16
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Hukum»Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal
    Hukum

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    merdeka-posBy merdeka-posFebruary 16, 2026No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (Pic: Internet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta – Kasus impor perhiasan mewah yang menyeret nama menjadi ujian awal bagi komitmen reformasi di tubuh Bea Cukai. Menteri Keuangan memastikan pihaknya tidak hanya menindak pelaku usaha, tetapi juga membidik oknum internal yang diduga terlibat.

    Langkah ini menyusul tindakan (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta yang menyegel tiga gerai Tiffany & Co di ibu kota karena dugaan pelanggaran kepabeanan.

    Purbaya mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan pegawai lama dalam praktik impor yang kini tengah diselidiki. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan yang dilakukan belakangan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat integritas lembaga.

    “Sepertinya ada. Nanti kita lihat siapa yang terlibat, itu kan yang lama-lama. Ini kan pejabat-pejabat baru saya taruh setelah saya puter-puter. Yang baik yang depan jadi dia berani bertindak. Nanti saya lihat bagaimana hukumnya,” ujar Purbaya, dikutip dari CNN Indonesia.

    Menurutnya, penempatan pejabat baru di posisi strategis dilakukan untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan pengawasan berjalan lebih ketat.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan indikasi pelanggaran serius. Selain dugaan penyelundupan barang impor, terdapat pula dugaan tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara serta ketiadaan dokumen resmi atas barang yang masuk.

    “Sebagian besar yang masuk itu barangnya memang tidak bayar. Kan dicurigai ini selundupan atau tidak, disuruh kasih lihat form perdagangannya, dokumen impornya, mereka tidak bisa tunjukkan,” kata Purbaya

    Ia juga mengungkap adanya praktik under invoicing, yakni pencantuman nilai barang lebih rendah dari harga sebenarnya untuk menekan kewajiban pajak.

    “Ada yang betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing. Itu kelihatan semua,” ujarnya.

    Purbaya menegaskan, apabila ditemukan unsur pidana, penanganan kasus ini akan melibatkan kerja sama antara Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, hingga aparat penegak hukum.

    “Harusnya polisi, tapi yang ternyata Bea Cukai dan Pajak. Nanti gabung Bea Cukai dan Pajak,” katanya.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin kasus ini berhenti pada level administratif, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan impor, khususnya untuk barang mewah.

    Kasus ini tidak hanya menyangkut dugaan pelanggaran impor, tetapi juga menjadi cerminan integritas institusi pengawas. Publik kini menanti sejauh mana Kementerian Keuangan mampu menuntaskan dugaan keterlibatan oknum internal secara transparan dan akuntabel.

    Jika terbukti ada pelanggaran oleh aparatur, Purbaya memastikan sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Dengan sorotan publik yang besar, penanganan kasus ini dinilai menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam memperkuat tata kelola, menjaga penerimaan negara, serta membangun kembali kepercayaan terhadap aparat penegak aturan kepabeanan.

    Laporan oleh dipa

    Bea cukai Purbaya Yudhi Sadewa Tiffany & co
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas dalam OTT di Ditjen Bea Cukai

    February 5, 2026

    Respons Cepat Laporan 110, Polda Riau Amankan 5 Pelaku Dugaan Pesta Narkoba di Pekanbaru

    January 26, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024133

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Hukum

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    By merdeka-posFebruary 16, 20260

    Merdekapos.com, Jakarta – Kasus impor perhiasan mewah yang menyeret nama menjadi ujian awal bagi komitmen…

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    February 16, 2026

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Buntut Segel Tiffany & Co, Menkeu Bidik Oknum Bea Cukai yang Terlibat Impor Ilegal

    February 16, 2026

    Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Sawit di Pekanbaru Terkait Kasus Korupsi Rp14 Triliun

    February 13, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024133

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version