Merdekapos.com, Doha – Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meluas setelah sebuah rudal balistik yang diluncurkan Iran menghantam kompleks Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Selasa (3/3/2026) malam waktu setempat. Serangan ini menandai meluasnya arena konfrontasi, tidak hanya antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, tetapi juga menyeret negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah instalasi militer Washington.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan negaranya menjadi target dua rudal balistik yang ditembakkan dari wilayah Iran. Satu rudal berhasil dicegat sistem pertahanan udara, sementara satu lainnya menghantam kompleks Al-Udeid Air Base yang terletak di barat daya Doha.
“Rudal kedua menghantam pangkalan Qatar Al-Udeid tanpa menimbulkan korban jiwa,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Qatar.
Belum ada keterangan rinci mengenai potensi kerusakan material akibat serangan tersebut. Namun otoritas Qatar menegaskan bahwa situasi berada dalam kendali dan tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Pangkalan Al-Udeid merupakan instalasi militer terbesar AS di kawasan Timur Tengah dan menjadi markas terdepan bagi United States Central Command (CENTCOM), yang mengoordinasikan operasi militer AS dari kawasan Afrika Utara hingga Asia Tengah. Fasilitas seluas sekitar 24 hektare itu menampung sekitar 10.000 personel militer AS.
Serangan ke Qatar terjadi di tengah gelombang balasan Iran atas operasi militer terkoordinasi yang sebelumnya dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Doha juga mengungkap bahwa sejak dimulainya serangan balasan Iran, wilayah udaranya telah mendeteksi tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, serta 39 drone bunuh diri. Menurut pemerintah Qatar, seluruh rudal tersebut dan 24 drone berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Sementara itu, laporan terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebut sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel. Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Kementerian Pertahanan Qatar menegaskan Angkatan Bersenjata negaranya memiliki kemampuan penuh untuk menjaga kedaulatan wilayah dan siap merespons setiap ancaman. Pemerintah juga mengimbau warga dan penduduk tetap tenang serta hanya mengandalkan informasi resmi yang terverifikasi.
Serangan ke Al-Udeid mempertegas bahwa konflik yang awalnya terfokus pada Iran dan Israel kini berpotensi berubah menjadi krisis regional yang lebih luas, dengan negara-negara Teluk berada di garis depan dampaknya.
Laporan oleh Dipa



