Merdekapos.com, Pekanbaru – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan pada periode 14–20 Januari 2026. Kenaikan tersebut berlaku bagi petani mitra plasma maupun mitra swadaya, sebagaimana ditetapkan dalam rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Selasa (13/1/2026), berdasarkan kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Kenaikan harga tertinggi pada kedua skema petani tersebut sama-sama terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menyampaikan bahwa harga TBS mitra plasma umur 9 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp4,90 per kilogram atau naik 0,14 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani mitra plasma umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.521,22 per kilogram dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan,” ujar Defris.

Adapun rincian harga TBS mitra plasma Provinsi Riau periode 14–20 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

Umur 3 tahun: Rp2.710,82/Kg

Umur 4 tahun: Rp3.076,11/Kg

Umur 5 tahun: Rp3.261,09/Kg

Umur 6 tahun: Rp3.403,58/Kg

Umur 7 tahun: Rp3.476,46/Kg

Umur 8 tahun: Rp3.517,57/Kg

Umur 9 tahun: Rp3.521,22/Kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.502,04/Kg

Umur 21 tahun: Rp3.446,57/Kg

Umur 22 tahun: Rp3.393,28/Kg

Umur 23 tahun: Rp3.336,49/Kg

Umur 24 tahun: Rp3.274,18/Kg

Umur 25 tahun: Rp3.204,19/Kg

Defris menjelaskan, kenaikan harga TBS mitra plasma pada periode ini lebih dipengaruhi oleh meningkatnya harga kernel, meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) justru mengalami penurunan.

“Pada minggu ini, harga CPO turun sebesar Rp71,61 per kilogram, sementara harga kernel naik signifikan sebesar Rp418,87 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga TBS,” jelasnya.

Ia menambahkan, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp14.291,67 per kilogram, sementara harga kernel KPBN mencapai Rp11.625,00 per kilogram. Indeks K yang digunakan sebesar 93,37 persen, dengan harga cangkang Rp20,29 per kilogram dan berlaku untuk satu bulan.

Sementara itu, harga TBS petani mitra swadaya di Provinsi Riau juga mengalami kenaikan pada periode yang sama.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp20,38 per kilogram atau naik 0,59 persen dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Defris.

Dengan demikian, harga TBS mitra swadaya umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.468,17 per kilogram dan berlaku untuk periode 14–20 Januari 2026.

Berikut rincian harga TBS mitra swadaya Provinsi Riau periode 14–20 Januari 2026:

Umur 3 tahun: Rp2.681,14/Kg

Umur 4 tahun: Rp2.993,11/Kg

Umur 5 tahun: Rp3.215,18/Kg

Umur 6 tahun: Rp3.339,97/Kg

Umur 7 tahun: Rp3.414,90/Kg

Umur 8 tahun: Rp3.456,57/Kg

Umur 9 tahun: Rp3.468,17/Kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.430,63/Kg

Umur 21 tahun: Rp3.371,50/Kg

Umur 22 tahun: Rp3.303,79/Kg

Umur 23 tahun: Rp3.226,81/Kg

Umur 24 tahun: Rp3.168,58/Kg

Umur 25 tahun: Rp3.120,71/Kg

Menurut Defris, kenaikan harga TBS mitra swadaya pada periode ini dipicu oleh peningkatan harga CPO dan kernel secara bersamaan.

“Harga CPO naik sebesar Rp39,40 per kilogram dan harga kernel meningkat Rp250,85 per kilogram dibandingkan minggu lalu,” ungkapnya.

Pada periode ini, indeks K yang digunakan sebesar 93,17 persen dengan harga cangkang Rp25,78 per kilogram dan berlaku selama satu bulan. Defris menegaskan, Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola penetapan harga TBS agar sesuai regulasi serta memberikan keadilan dan kepastian bagi petani kelapa sawit di Riau.

Laporan oleh Dipa

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version