Merdekapos.com, Italia – Pesta olahraga musim dingin terbesar di dunia, Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, resmi dibuka pada 6 Februari 2026. Upacara pembukaan digelar di Stadion San Siro, Milan, menandai dimulainya kompetisi internasional yang mempertemukan ribuan atlet dari berbagai penjuru dunia di arena bersalju Eropa.
Ajang bergengsi ini akan berlangsung hingga 22 Februari 2026. Olimpiade kali ini mempertandingkan 16 disiplin olahraga dengan total 116 nomor lomba yang diikuti oleh lebih dari 90 negara peserta.
Dalam keterangan di situs resmi Milano-Cortina 2026, penyelenggaraan Olimpiade ini tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga semata. “Milano-Cortina 2026 bukan hanya sebuah acara olahraga, tetapi juga perayaan persatuan global, perkembangan olahraga musim dingin, serta warisan budaya yang menekankan harmoni antarnegara,” demikian kutipan dari laman resmi tersebut, Kamis (5/2/2026).
Olimpiade Musim Dingin 2026 yang dikenal sebagai XXV Olympic Winter Games menjadi momentum kembalinya Italia sebagai tuan rumah setelah sebelumnya menyelenggarakan edisi Turin 2006 dan Cortina 1956. Mengusung slogan “Armonia” (Harmony), perhelatan ini menampilkan perpaduan antara dinamika kota metropolitan Milan dengan pesona alam pegunungan Dolomites di Cortina d’Ampezzo.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Olimpiade kali ini digelar di sejumlah lokasi sekaligus. Selain Milan sebagai pusat utama, pertandingan juga berlangsung di kawasan pegunungan seperti Livigno dan Predazzo.
Upacara pembukaan berlangsung pada 6 Februari 2026 pukul 20.00 waktu setempat di Stadion San Siro, Milan. Acara tersebut dimeriahkan oleh penampilan sejumlah musisi internasional, seperti Mariah Carey, Andrea Bocelli, dan Laura Pausini, yang dipadukan dengan pertunjukan budaya serta parade atlet dari berbagai negara.
Konsep pertunjukan bertema harmoni ini disutradarai oleh Marco Balich, kreator acara internasional yang dikenal berpengalaman dalam merancang seremoni berskala global.
Milano-Cortina 2026 menghadirkan 16 cabang olahraga musim dingin, yaitu:
- Alpine skiing
- Biathlon
- Bobsleigh
- Cross-country skiing
- Curling
- Figure skating
- Freestyle skiing
- Ice hockey
- Luge
- Nordic combined
- Short track speed skating
- Skeleton
- Ski jumping
- Ski mountaineering (debut)
- Snowboard
- Speed skating
Sebanyak 116 nomor lomba dipertandingkan, termasuk tambahan kompetisi baru seperti ski mountaineering serta beberapa nomor campuran dalam cabang olahraga yang telah ada.
Kompetisi sebenarnya telah dimulai sebelum upacara pembukaan, tepatnya pada 4 Februari 2026, melalui pertandingan curling dan sejumlah babak kualifikasi. Selanjutnya, berbagai cabang olahraga seperti alpine skiing, snowboarding, figure skating, speed skating, dan ice hockey akan berlangsung hingga perebutan medali terakhir menjelang penutupan pada 22 Februari 2026.
Lebih dari 90 negara ambil bagian dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan jumlah atlet diperkirakan mencapai sekitar 2.900 hingga lebih dari 3.500 peserta, tergantung data statistik resmi. Kontingen terbesar umumnya berasal dari negara-negara yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga musim dingin, seperti Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Jepang.
Menariknya, beberapa negara yang jarang tampil di Olimpiade musim dingin juga mencatatkan sejarah baru. Singapura, misalnya, berhasil mengirimkan atlet ski alpen, Faiz Basha, sebagai wakil pertama negara tersebut dalam ajang Olimpiade Musim Dingin.
Beberapa negara Asia Tenggara turut meramaikan kompetisi Milano-Cortina 2026, antara lain:
- Filipina: Francis Ceccarelli dan Tallulah Proulx (ski alpen)
- Thailand: Mark Chanloung dan Karen Chanloung (ski lintas alam), Fabian Wiest (ski alpen)
- Malaysia: Aruwin Salehhuddin (ski alpen)
- Singapura: Faiz Basha (ski alpen)
- Vietnam: Duong Truong Lap (short track speed skating)
Partisipasi negara-negara ASEAN tersebut menunjukkan perkembangan olahraga musim dingin di kawasan tropis, meskipun persiapan dan proses kualifikasi menjadi tantangan tersendiri.
Hingga pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2026, Indonesia belum mengirimkan atlet untuk berlaga di ajang tersebut. Indonesia sendiri baru menjadi anggota International Ski and Snowboard Federation (FIS) pada 2025. Hal ini menandakan bahwa pembinaan olahraga musim dingin di Indonesia masih berada pada tahap awal, dengan fokus menuju ajang seperti Asian Winter Games dan Olimpiade mendatang.
Sejumlah atlet papan atas dipastikan menjadi sorotan pada Milano-Cortina 2026, salah satunya bintang alpine skiing dunia, Mikaela Shiffrin. Sementara itu, beberapa nama besar lainnya seperti Nathan Chen memilih tidak berpartisipasi pada Olimpiade kali ini karena ingin fokus pada kegiatan pribadi di luar kompetisi.
Upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 Februari 2026 di Verona Arena, salah satu lokasi bersejarah di Italia. Penutupan mengusung tema “Beauty in Action”, sekaligus menandai penyerahan simbolis obor Olimpiade kepada tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2030.
Laporan oleh Dipa



