Merdekapos.com, Banjarnegara — Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng di Kecamatan Pandanarum selama dua hari memicu longsor besar di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Material tanah, batu, dan pepohonan menimbun permukiman warga yang berada di bawah tebing, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa.
Menurut laporan sementara tim SAR gabungan, 27 warga masih dinyatakan hilang, sementara dua orang meninggal dunia, yakni Darti (29) dan Luwik (40). Korban pertama ditemukan dalam kondisi kritis pada Minggu sore dan meninggal pada Senin pagi. Luwik ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 07.58 WIB.
Selain itu, sembilan warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor dan telah mendapatkan penanganan medis. Tim SAR juga mengevakuasi 41 warga selamat yang ditemukan di area hutan perbukitan setelah mereka melarikan diri dan bermalam di lokasi lebih tinggi saat longsor terjadi.
Longsoran menimbun sedikitnya 35 rumah, sementara 35 rumah lainnya masuk zona bahaya dan 195 rumah tercatat terdampak. Retakan tanah yang muncul di berbagai titik menambah risiko longsor susulan, sehingga akses menuju lokasi terdampak masih terbatas dan alat berat kesulitan menjangkau titik utama.
Lebih dari 800 warga dievakuasi ke tiga lokasi pengungsian: Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba. Para pengungsi mendapatkan logistik dasar, pelayanan kesehatan, dan fasilitas perlindungan bagi kelompok rentan.
Sebelumnya, operasi pencarian pada Senin (17/11/2025) terpaksa dihentikan lebih awal setelah hujan kembali turun dan kondisi tanah di lokasi semakin labil. Tim gabungan menilai situasi tidak lagi aman untuk melanjutkan penyisiran.
Upaya pencarian dijadwalkan kembali pada Selasa (18/11/2025) dengan skema pembagian tiga sektor utama yang difokuskan pada wilayah RT 2 dan RT 3, area yang paling parah terdampak material longsor.
“Masih ada potensi longsor susulan, sehingga keselamatan petugas harus diprioritaskan. Kami fokus mencari 27 warga yang belum ditemukan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian sampai situasi dinyatakan aman. Petugas masih melakukan asesmen lanjutan terhadap kondisi lereng dan membuka akses jalan menuju lokasi terdampak.
Laporan oleh Dipa

