Merdekapos.com, Jakarta – Pendidikan anak usia dini (PAUD) masih menghadapi tantangan besar dalam hal pemerataan dan kualitas layanan di Indonesia. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menilai penguatan PAUD perlu menjadi prioritas utama untuk memastikan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
Menurut Lestari, peningkatan mutu PAUD harus dilakukan melalui pelatihan guru yang berkelanjutan serta penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Selain itu, perluasan akses PAUD juga menjadi faktor penting agar layanan pendidikan usia dini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“PAUD yang berkualitas dan mudah diakses merupakan fondasi penting untuk menghadirkan pendidikan dasar yang baik dan berkesinambungan bagi setiap anak bangsa,” ujar Lestari Moerdijat, dikutip dari Antara News.
Ia mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka partisipasi kasar (APK) PAUD usia 3–6 tahun pada 2025 meningkat menjadi 36,19 persen, naik dari 36,03 persen pada 2024. Meski meningkat, angka tersebut mengindikasikan bahwa sekitar 64 persen anak usia PAUD belum mengakses layanan pendidikan usia dini.
Lestari menilai rendahnya partisipasi PAUD dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kesenjangan kualitas layanan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, keterbatasan biaya, hingga rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Ia menegaskan bahwa PAUD memegang peran strategis sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul. Pendidikan usia dini yang berkualitas dinilai sejalan dengan upaya menyiapkan generasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Lestari mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghadirkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas di setiap daerah.
“Keberhasilan PAUD akan sangat menentukan kesiapan anak, sekaligus menjadi kunci dalam memutus mata rantai ketertinggalan dan menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.
Laporan oleh Dipa

