Merdekapos.com, Jakarta – Meksiko dilanda gejolak besar setelah gembong narkoba paling berpengaruh di negara itu, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, tewas dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026). Kematian pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) itu langsung memicu gelombang kekerasan di sejumlah wilayah.
Dikutip dari detiknews yang melansir AFP dan USA Today, Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan El Mencho meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City setelah mengalami luka parah akibat baku tembak dengan militer di negara bagian Jalisco.
“Ia terluka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan dan meninggal dalam perjalanan udara untuk mendapatkan perawatan,” demikian pernyataan militer Meksiko.
Tak lama setelah kabar kematiannya menyebar, berbagai kota dilaporkan mengalami blokade jalan, pembakaran kendaraan, hingga bentrokan bersenjata. Pakar kriminologi sebelumnya telah memperingatkan potensi “kekacauan besar-besaran” jika El Mencho tewas atau ditangkap, mengingat besarnya pengaruhnya dalam jaringan kriminal.
El Mencho selama ini menjadi salah satu buronan paling dicari oleh Amerika Serikat. Pada 2024, Kementerian Luar Negeri AS menawarkan hadiah sebesar US$15 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai keberadaannya.
Washington menuding CJNG sebagai salah satu pemasok utama fentanil ke wilayah AS. Kartel tersebut juga dituduh terlibat dalam penculikan, penyiksaan, pembunuhan, hingga berbagai aksi brutal lainnya.
CJNG sendiri merupakan rival utama Kartel Sinaloa yang pernah dipimpin oleh Joaquin Guzman alias El Chapo, yang kini menjalani hukuman di Amerika Serikat.
El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di Aguililla, Michoacán. Ia berasal dari keluarga buruh tani dan sempat putus sekolah demi membantu orang tuanya memanen alpukat.
Perjalanannya di dunia kriminal dimulai saat ia merantau ke Tijuana dan terlibat dalam penyelundupan narkoba ke wilayah San Diego. Catatan pengadilan menunjukkan ia beberapa kali memasuki Amerika Serikat dan dideportasi.
Ia sempat bergabung dengan kepolisian lokal sebelum akhirnya masuk ke Kartel Milenio pada 1990-an sebagai sicario atau pembunuh bayaran. Setelah konflik internal kartel, El Mencho mendirikan CJNG pada 2011 dan menjadikannya salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko.
Kartel yang dipimpinnya dilaporkan memiliki sekitar 5.000 anggota yang tersebar luas dan menguasai wilayah strategis di Jalisco, Colima, dan Michoacán.
Otoritas Meksiko menyatakan operasi keamanan masih berlangsung untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Sejumlah analis memperkirakan kekosongan kepemimpinan di tubuh CJNG dapat memicu perebutan kekuasaan internal atau konflik terbuka dengan kartel lain.
Kematian El Mencho bukan sekadar berakhirnya pelarian seorang buronan kelas kakap. Bagi Meksiko, peristiwa ini berpotensi menjadi titik balik baru dalam perang panjang melawan kartel narkoba—atau justru memicu babak kekerasan yang lebih besar.
Laporan oleh Dipa

