Close Menu
    What's Hot

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    What's Hot

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, February 11
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Politics»World»Serangan Siber Hantam Qantas, Identitas Jutaan Pelanggan Terancam
    World

    Serangan Siber Hantam Qantas, Identitas Jutaan Pelanggan Terancam

    merdeka-posBy merdeka-posJuly 2, 2025No Comments2 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Maskapai nasional Australia, Qantas, menjadi korban kebocoran data pelanggan setelah sistem layanan pelanggan pihak ketiga diretas. Rabu, (2/7/2025)| Pic: Qantas
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta – Ketika kepercayaan pelanggan diserahkan sepenuhnya kepada sebuah perusahaan, tidak ada yang lebih mengguncang selain pengkhianatan yang datang dari celah keamanan yang tak terlihat. Inilah yang kini dihadapi maskapai nasional Australia, Qantas, setelah sistem data pelanggan mereka diretas oleh pelaku kejahatan siber.

    Dalam pernyataan resminya, Qantas mengungkap bahwa pelanggaran ini menimpa sistem layanan pelanggan yang dikelola oleh pihak ketiga. Sekitar enam juta data pelanggan yang mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga tanggal lahir dilaporkan telah terekspos.

    Meski demikian, Qantas memastikan bahwa informasi sensitif seperti nomor paspor dan detail kartu kredit tidak termasuk dalam data yang berhasil diakses.

    “Serangan ini menyasar call center eksternal kami. Untungnya, tidak ada gangguan terhadap operasional penerbangan maupun keselamatan penerbangan,” tulis pihak Qantas dalam keterangannya pada Rabu (2/7/2025), seperti dikutip dari detiknews.

    Sementara penyelidikan terus berjalan, kekhawatiran kini menyelimuti jutaan pelanggan. CEO Qantas, Vanessa Hudson, menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh penumpang yang terdampak.

    “Kami tahu ini menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa tidak aman. Kami sangat menyesal. Kepercayaan yang Anda berikan kepada kami atas informasi pribadi Anda adalah tanggung jawab besar yang kami junjung tinggi,” ucap Hudson dengan nada penuh penyesalan.

    Hudson juga memastikan bahwa insiden ini telah dilaporkan ke Koordinator Keamanan Siber Nasional Australia. Di saat yang sama, Qantas mulai menghubungi para pelanggan untuk memberi penjelasan dan dukungan, termasuk langkah-langkah mitigasi yang bisa mereka ambil.

    Namun ini bukan kali pertama Qantas menghadapi persoalan serupa. Di tahun 2024, aplikasi mobile mereka sempat mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa nama dan informasi perjalanan pelanggan terbuka untuk umum.

    Masalah keamanan digital memang menjadi hantu yang terus menghantui banyak lembaga di Australia. Menurut Christopher Bronk, pakar keamanan siber dari University of Adelaide, data pelanggan yang bocor sangat mungkin dimanfaatkan untuk pencurian identitas.

    “Data pribadi ini bernilai tinggi di pasar gelap. Mereka dapat digunakan untuk membobol akun online, melakukan penipuan, dan berbagai bentuk penyalahgunaan lainnya,” ujarnya.

    Sementara itu, Rumpa Dasgupta dari La Trobe University menyoroti lemahnya pertahanan siber banyak organisasi di Australia. “Serangan demi serangan terjadi. Ini menunjukkan bahwa keamanan digital masih belum dijadikan prioritas utama,” tegasnya.

    Memang, jejak luka siber di Australia semakin panjang. Tahun 2023, sistem logistik pelabuhan utama negara ini lumpuh akibat serangan digital. Tahun sebelumnya, dua perusahaan besar seperti Optus dan Medibank juga kehilangan kendali atas data jutaan pelanggan mereka karena serangan serupa.

    Apa yang terjadi pada Qantas seolah mempertegas satu hal yaitu di zaman serba digital ini, keamanan data bukan lagi sekadar isu teknis melainkan soal etika, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

    Laporan oleh Dipa

    Qantas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Denmark Pasang Garis Merah, Tolak Tekanan AS soal Greenland

    January 20, 2026

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Albania Kejutkan Dunia, Angkat Diella Sebagai Menteri AI Pertama

    September 17, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024131

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Nasional

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    By merdeka-posFebruary 10, 20262

    Merdekapos.com, Jakarta — Generasi Z kini tidak lagi hanya dipandang sebagai penerus sektor pertanian, tetapi…

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026

    Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS, Meski Status Kepesertaan Nonaktif

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026

    Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS, Meski Status Kepesertaan Nonaktif

    February 6, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024131

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version