Close Menu
    What's Hot

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    What's Hot

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, November 28
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Health»Kisah Rahim Copot Jadi Polemik, POGI Angkat Suara Luruskan Fakta Medis
    Health

    Kisah Rahim Copot Jadi Polemik, POGI Angkat Suara Luruskan Fakta Medis

    merdeka-posBy merdeka-posNovember 18, 2025No Comments1 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Dokter menjelaskan kondisi rahim kepada pasien menggunakan model anatomi dan hasil USG. (Foto ilustrasi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapoos.com, Jakarta — Cerita “rahim copot” yang disampaikan influencer kesehatan dr Gia Pratama memicu perdebatan luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kisah yang awalnya diniatkan sebagai edukasi berdasarkan pengalaman praktik justru menimbulkan kontroversi setelah sejumlah dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obsgyn) mempertanyakan validitasnya.

    Mereka menilai bahwa secara anatomi, rahim hampir tidak mungkin “terlepas” karena ditopang oleh struktur penyangga yang sangat kuat. Kondisi medis yang paling mendekati, menurut para ahli, adalah inversio uteri (rahim terbalik) yang masih dapat dikembalikan ke posisi semula dengan penanganan yang cepat dan tepat.

    Namun, muncul dari informasi yang beredar bahwa dr Gia tidak bekerja sendiri saat menangani kasus tersebut. Ia disebut didampingi seorang dokter obsgyn senior yang kala itu masih berstatus residen. Kesaksian tambahan ini membuat sebagian masyarakat semakin yakin bahwa kejadian tersebut bukan sekadar inversio uteri, melainkan kasus ekstrem di mana rahim benar-benar terlepas. Hal ini sangat jarang terjadi dalam dunia medis.

    Dalam dunia medis, istilah “rahim copot” sebenarnya tidak dikenal. Yang sering menimbulkan kesalah pahaman adalah inversio uteri, ketika bagian atas rahim terbalik dan masuk ke rongga rahim, bahkan dapat menonjol keluar melalui vagina. Pada kondisi ini, rahim tidak terlepas, tetapi berubah posisi akibat tarikan atau tekanan tertentu.

    Rahim ditopang oleh beberapa lapisan struktur kuat seperti ligamen, otot dasar panggul, dan jaringan ikat. Karena itu, rahim hampir mustahil terlepas sepenuhnya dari tubuh tanpa cedera ekstrem atau tarikan yang sangat kuat. Jika sampai benar-benar keluar sebagai organ yang terpisah, kondisi tersebut merupakan kejadian medis luar biasa dan amat jarang ditemukan.

    Kondisi lain yang kerap disamakan adalah prolaps uteri, yaitu ketika rahim turun akibat melemahnya penyangga, tetapi masih berada dalam tubuh dan tidak sampai terlepas.

    Salah satu penyebab utama komplikasi berat seperti inversio uteri adalah menarik plasenta secara paksa. Tindakan ini dapat; merobek jaringan rahim, menyebabkan perdarahan hebat, memicu syok hingga mengancam nyawa ibu.

    Karena itu, standar medis mewajibkan plasenta dikeluarkan secara alami atau dengan teknik yang aman.

    Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Budi Wiweko, SpOG(K), mengingatkan tenaga kesehatan agar berhati-hati ketika membagikan edukasi medis di ruang publik.

    “Dalam memberikan informasi, kita harus menjunjung tinggi aspek etik, profesionalisme, dan kompetensi. Edukasi itu harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof Budi, dikutip dari detikhealth, Senin (17/11/2025).

    Ia menilai bahwa literasi kesehatan masyarakat harus ditingkatkan dengan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan salah tafsir, termasuk soal isu “rahim copot”.

    “Tujuannya adalah pencegahan. Jangan sampai terjadi komplikasi setelah persalinan akibat plasenta ditarik paksa. Itu berbahaya, bisa menyebabkan inversio uteri, dan berisiko kematian,” tegasnya.

    Menurut Prof Budi, dokter memang berkewajiban memberikan edukasi, tetapi penyampaiannya harus dilakukan secara profesional tanpa menyudutkan pihak tertentu atau memperkeruh persepsi masyarakat.

    Dalam ceritanya, dr Gia menyebut seorang suami datang ke IGD RSUD dengan membawa kantong kresek berisi organ yang diyakini sebagai rahim istrinya. Kejadian itu disebut bermula dari proses persalinan yang ditangani dukun beranak, yang menarik plasenta secara paksa. Padahal, secara normal plasenta dapat lahir sendiri tanpa intervensi agresif.

    Prof Budi menjelaskan bahwa pada sebagian kecil kasus, plasenta memang bisa melekat sangat kuat seperti pada kondisi akreta, inkreta, atau perkreta sehingga membutuhkan penanganan manual atau tindakan operasi oleh dokter yang terlatih.

    Selanjutnya, intervensi tanpa keahlian dapat memicu komplikasi fatal seperti inversio uteri.

    “Ini kondisi yang sangat berbahaya. Bisa menyebabkan perdarahan hebat, syok, bahkan meninggal dunia,” jelasnya.

    Meski demikian, Prof Budi menolak berkomentar langsung mengenai kasus yang diceritakan dr Gia karena tidak melihat kondisi pasien secara langsung. Ia menilai perdebatan publik saat ini sudah melebar dari konteks edukasi yang sebenarnya.

    Prof Budi mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk tetap menjaga profesionalisme saat memberikan informasi kepada masyarakat.

    “Yang paling penting adalah keselamatan ibu. Masyarakat harus mendapat informasi yang benar, bukan yang membingungkan. Dan tugas dokter adalah memberikan itu dengan cara yang profesional,” tutupnya.

    Laporan oleh Dipa

    Inversio uteri Obgyn Persalinan POGI Rahim copot
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    H5N5 Pertama Kali Menginfeksi Manusia, Indonesia Diminta Siaga

    November 21, 2025

    Kesehatan Mental Jadi Kunci Hidup Seimbang di Era Modern

    October 30, 2025

    BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Dana Rp20 Triliun, Menkeu: Bukan untuk Tutup Tunggakan Peserta

    October 24, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024125

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    World

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    By merdeka-posNovember 28, 20251

    Merdekapos.com, Addis Ababa – Gunung berapi Hayli Gubbi di Ethiopia utara, yang selama ribuan tahun dianggap…

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025

    RUU Sisdiknas: Bab Anti-Bullying Harus Lindungi Siswa Secara Nyata

    November 25, 2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025

    RUU Sisdiknas: Bab Anti-Bullying Harus Lindungi Siswa Secara Nyata

    November 25, 2025
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024125

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2025 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version