Close Menu
    What's Hot

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    What's Hot

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, November 28
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Hukum»KPK Periksa Lima Saksi, Telusuri Dugaan Aliran Dana Korupsi Gubernur Riau Nonaktif
    Hukum

    KPK Periksa Lima Saksi, Telusuri Dugaan Aliran Dana Korupsi Gubernur Riau Nonaktif

    merdeka-posBy merdeka-posNovember 17, 2025No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid (Foto: Pradita Utama/detikcom)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Tahun 2025. Hari ini, lima saksi dipanggil untuk diperiksa sebagai bagian dari pendalaman perkara yang sebelumnya menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, dalam OTT 5 November lalu.

    Pemeriksaan berlangsung di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pemanggilan saksi dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara serta menelusuri aliran dana yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

    “Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau,” ujarnya dikutip dari Tribunnews.com.

    Lima saksi yang diperiksa hari ini berasal dari beragam latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara hingga pramusaji rumah jabatan. Seluruhnya dimintai keterangan sesuai peran dan potensi keterkaitannya dengan dugaan aliran dana dalam pengelolaan anggaran Pemprov Riau. Adapun saksi yang hadir meliputi:

    1. Alpin – Pramusaji Rumah Jabatan Gubernur
    2. Rifki Dwi Lesmana – ASN P3K Dinas PUPR
    3. Hari Supristianto – Staf Perencanaan Dinas Pendidikan Riau
    4. Muhammad Syahrul Amin – Pramusaji Rumah Jabatan Gubernur
    5. Mega Lestari – Pramusaji Rumah Jabatan Gubernur

    Masing-masing saksi dimintai keterangan sesuai fokus penyidikan. Hari Supristianto diperiksa terkait perencanaan anggaran di Dinas Pendidikan, sementara Rifki Dwi Lesmana dimintai keterangan mengenai dugaan pemerasan dalam proses penambahan anggaran infrastruktur di Dinas PUPR PKPP Riau. Adapun tiga pramusaji rumah jabatan diperiksa untuk menelusuri aktivitas yang terjadi di lingkungan kediaman dinas Gubernur, baik sebelum maupun setelah dugaan transaksi berlangsung.

    Pemeriksaan saksi ini merupakan lanjutan dari rangkaian penggeledahan sejak pekan lalu. Lokasi yang digeledah antara lain:

    • Kamis (6/11/2025): Rumah dinas Gubernur Abdul Wahid
    • Jumat (7/11/2025): Rumah dinas Kepala Dinas PUPR M. Arief Setiawan dan rumah dinas Tenaga Ahli Gubernur, Dani M. Nursalam
    • Selasa (11/11/2025): Kantor Dinas PUPR
    • Kamis (13/11/2025): Kantor Dinas Pendidikan

    Dari serangkaian penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dokumen anggaran, perangkat elektronik, hingga rekaman CCTV.

    Penyidikan ini merupakan pengembangan dari OTT KPK yang menjerat:

    1. Abdul Wahid – Gubernur Riau
    2. M. Arief Setiawan – Kepala Dinas PUPR PKPP
    3. Dani M. Nursalam – Tenaga Ahli Gubernur

    Abdul Wahid diduga meminta setoran 5 persen dari tambahan anggaran infrastruktur jalan dan jembatan tahun 2025. Nilai tersebut diperkirakan mencapai Rp7 miliar, dengan kode “7 batang”. Dari jumlah itu, KPK menduga Abdul Wahid telah menerima sedikitnya Rp2,25 miliar.

    Permintaan setoran itu disertai ancaman mutasi hingga pencopotan jabatan bagi pejabat yang menolak.

    KPK menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan jika bukti baru ditemukan. Publik diimbau terus mengikuti perkembangan kasus ini sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

    Laporan oleh Dipa

    gubernur riau korupsi kpk
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025

    KPK Perluas Penggeledahan Kasus Abdul Wahid, Dinas Pendidikan Riau Jadi Sasaran Baru

    November 13, 2025

    Gentar Usai OTT KPK di Riau, Transaksi Suap Jabatan di Ponorogo Tertunda

    November 11, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024125

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    World

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    By merdeka-posNovember 28, 20251

    Merdekapos.com, Addis Ababa – Gunung berapi Hayli Gubbi di Ethiopia utara, yang selama ribuan tahun dianggap…

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025

    RUU Sisdiknas: Bab Anti-Bullying Harus Lindungi Siswa Secara Nyata

    November 25, 2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025

    RUU Sisdiknas: Bab Anti-Bullying Harus Lindungi Siswa Secara Nyata

    November 25, 2025
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Gunung Berapi Tidur di Ethiopia Mendadak Meletus Setelah Seratus Dua Puluh Abad

    November 28, 2025

    Harga TBS Riau Menguat Jelang Akhir November, Plasma dan Swadaya Kompak Naik

    November 26, 2025

    Renvoi MK dan Dampaknya terhadap Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan

    November 25, 2025
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024125

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2025 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version