Close Menu
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, February 11
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Nasional»Penetapan Kawasan Hutan di Indonesia Amburadul : Tidak Transparan, Berpotensi Menimbulkan Konflik Sosial
    Nasional

    Penetapan Kawasan Hutan di Indonesia Amburadul : Tidak Transparan, Berpotensi Menimbulkan Konflik Sosial

    merdeka-posBy merdeka-posJune 17, 2025Updated:June 17, 2025No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Prof. Budi Mulyanto, Guru Besar IPB University, mengkritik proses penetapan kawasan hutan di Indonesia yang dinilainya tidak transparan dan berpotensi memicu konflik sosial. Kritik ini disampaikan dalam diskusi publik yang disiarkan oleh Tempo, Senin (16/6/2025)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta— Kritik keras dilontarkan oleh akademisi dan pakar lingkungan terkait prosespenedemisi dan pakar lingkungan terkait proses penesi dan pakar lingkungan terkait proses penetapan kawasan hutan di Indonesia yang dinilai tidak sesuai prosedur dan berpotensi memicu konflik sosial berkepanjangan.

    Prof. Budi Mulyanto, Guru besar IPB University, menyatakan bahwa proses tersebut selama ini dilakukan secara tertutup, tanpa mengikuti tahapan resmi yang diatur dalam Undang-Undang Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999.

    Dalam diskusi publik bertajuk “Menakar Kebijakan Industri Sawit Menuju Indonesia Emas 2045” yang disiarkan langsung di YouTube Tempo Impresario, Prof. Budi menegaskan bahwa banyak kawasan hutan justru ditetapkan secara sepihak.

    “Inventarisasi, penunjukan, tata batas, dan pemetaan yang akurat tidak dilakukan secara memadai.

    Banyak kawasan langsung ditetapkan tanpa mengikuti prosedur yang benar,” ujarnya tegas.

    Lebih jauh, ia menyoroti penggunaan peta berskala besar 1:500.000 yang dianggap rentan menimbulkan kesalahan interpretasi luas wilayah.

    “Kesalahan ini bisa menyebabkan tumpang tindih hak masyarakat adat dan petani, yang selama ini mengelola tanah secara legal,” katanya.

    Prof. Budi juga mengkritik keras soal hak rakyat atas tanah. Ia menuturkan bahwa sebagian besar kawasan hutan yang resmi tercatat seluas 31,8 juta hektare saat ini sudah tidak lagi berhutan dan dihuni masyarakat adat maupun petani.

    “Batas kawasan sering ditetapkan tanpa melibatkan masyarakat dan tanpa memperhatikan hak-hak mereka, padahal mereka memiliki hak atas tanah yang sah secara hukum,” tegasnya.

    Kritik ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya konflik agraria yang semakin meluas jika proses penetapan kawasan hutan tidak segera diperbaiki.

    Banyak pihak mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi menyeluruh agar proses ini berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

    Pengamat menilai, jika kondisi ini dibiarkan, bukan hanya konflik sosial yang akan meningkat, tetapi juga dampak ekologis dan ekonomi yang lebih luas. Saat ini, masyarakat, petani, dan masyarakat adat menuntut transparansi dan keadilan dalam pengelolaan kawasan hutan Indonesia.

    Laporan oleh Dipa

    Hutan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Ingatkan Pandji Pragiwaksono, Projo: Kebebasan Berekspresi di publik ada batasnya

    January 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Health

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    By merdeka-posFebruary 11, 20262

    Merdekapos.com, Jakarta -Penonaktifan sekitar 15 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan oleh pemerintah…

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version