Close Menu
    What's Hot

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    What's Hot

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, February 10
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Ekonomi»Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Dinilai Belum Merata, Ketimpangan Jadi Masalah Utama
    Ekonomi

    Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Dinilai Belum Merata, Ketimpangan Jadi Masalah Utama

    merdeka-posBy merdeka-posFebruary 5, 2026No Comments1 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Bonar Sianturi, Ketua Bidang Ekonomi, Industri dan Investasi (Sumber: DPP Projo)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5 persen per tahun dinilai belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Meski berbagai indikator makro menunjukkan tren positif, ketimpangan ekonomi masih menjadi persoalan serius yang membuat hasil pertumbuhan terasa sempit.

    Ketua Bidang Ekonomi, Industri, dan Investasi DPP Projo, Bonar Sianturi, menilai persoalan utama bukan terletak pada rendahnya pertumbuhan, melainkan pada desain kebijakan yang belum mampu memastikan pemerataan manfaat ekonomi.

    “Di atas kertas, pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat baik. PDB naik, investasi masuk, infrastruktur bertambah. Tapi di level masyarakat, banyak yang merasa hidupnya tidak ikut naik kelas,” ujar Bonar, Rabu (4/2/2026).

    Bonar merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Gini Ratio Indonesia pada September 2024 sebesar 0,381. Angka tersebut relatif stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Ketimpangan bahkan lebih tajam di wilayah perkotaan dengan Gini Ratio mencapai 0,402, dibandingkan pedesaan yang berada di angka 0,308.

    Menurut Bonar, kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menetes ke bawah sebagaimana konsep trickle down effect yang selama ini diyakini.

    “Pertumbuhan ada, tapi distribusinya tersendat. Tetesan manfaat ekonomi sering kali berhenti di tengah, tidak sampai ke kelompok masyarakat bawah,” katanya.

    Ia menegaskan, ketimpangan ekonomi di Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh perbedaan pendapatan, melainkan oleh ketidaksamaan akses dan kualitas tata kelola. Diskusi publik yang terlalu fokus pada bantuan sosial dinilai belum menyentuh akar persoalan.

    “Masalahnya bukan sekadar kurang uang, tapi lemahnya supremasi hukum, praktik rente, ketidakpastian regulasi, dan aturan main yang belum adil,” ujar Bonar.

    Bonar juga menyinggung Indeks Rule of Law 2025 dari World Justice Project yang menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 143 negara. Posisi tersebut menunjukkan tantangan serius dalam penegakan hukum dan kepastian berusaha.

    “Dalam ekonomi yang mahal akibat lemahnya kepastian hukum, yang paling dirugikan adalah pelaku usaha kecil yang tidak punya koneksi. Akses peluang sering kali tidak berbasis merit, tapi kedekatan,” jelasnya.

    Selain itu, ketimpangan akses pembiayaan dinilai memperparah kondisi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan nasional memang sudah mencapai 75,02 persen, namun literasi keuangan baru 65,43 persen. Lebih ironis lagi, kredit perbankan untuk UMKM hanya sekitar 20–22 persen, padahal sektor ini menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

    “UMKM menyerap hampir seluruh tenaga kerja, tapi pembiayaannya kecil. Ini mismatch struktural yang membuat pelaku usaha kecil sulit naik kelas,” kata Bonar.

    Ia juga menyoroti konsentrasi pasar di sejumlah sektor strategis seperti pangan, ritel modern, telekomunikasi, hingga pertambangan yang dikuasai segelintir pelaku besar. Tanpa pengawasan persaingan usaha yang kuat, kondisi ini berpotensi melanggengkan ketimpangan.

    “Kalau akses pasar, lisensi, dan proyek publik hanya berputar di kelompok yang sama, maka pertumbuhan tidak akan pernah inklusif,” ujarnya.

    Bonar menegaskan, selama kebijakan masih memberi privilese kepada segelintir elite, pertumbuhan ekonomi berapa pun angkanya akan tetap terasa sempit.

    “Masalahnya bukan seberapa besar anggaran, tapi siapa yang diberi kesempatan ikut bermain,” tegasnya.

    Karena itu, ia mendorong pergeseran paradigma dari sekadar mengejar pertumbuhan menuju pertumbuhan inklusif (inclusive growth).

    “Kita tidak bisa terus berharap pada trickle-down effect. Negara harus memastikan sejak awal akses pendidikan, kesehatan, pembiayaan, dan perlindungan sosial terbuka bagi semua,” kata Bonar.

    Menurutnya, pada akhirnya negara tidak hanya bertanggung jawab atas seberapa cepat ekonomi tumbuh, tetapi juga untuk siapa ekonomi itu tumbuh.

    “Di situlah keadilan ekonomi diuji,” pungkas Bonar.

    Laporan oleh Dipa

    Bonar sianturi DPP PROJO Pertumbuhan ekonomi Projo
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Sambut Ramadan Harga TBS Sawit Riau Menguat, Plasma dan Swadaya Sama-Sama Naik

    February 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024131

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Nasional

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    By merdeka-posFebruary 10, 20262

    Merdekapos.com, Jakarta — Generasi Z kini tidak lagi hanya dipandang sebagai penerus sektor pertanian, tetapi…

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026

    Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS, Meski Status Kepesertaan Nonaktif

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026

    Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS, Meski Status Kepesertaan Nonaktif

    February 6, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024131

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version