Close Menu
    What's Hot

    MQ-4C Triton AS Hilang Kontak di Selat Hormuz, Pentagon Masih Bungkam

    March 2, 2026

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    March 2, 2026

    Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

    March 2, 2026
    What's Hot

    MQ-4C Triton AS Hilang Kontak di Selat Hormuz, Pentagon Masih Bungkam

    March 2, 2026

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    March 2, 2026

    Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

    March 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, March 2
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Nasional»PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata
    Nasional

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    merdeka-posBy merdeka-posMarch 2, 2026No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Ilustrasi STNK untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (Dok.Solopos).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta – Polemik keadilan dalam pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kembali mencuat. Sorotan ini menguat setelah laporan Kompas edisi 28 Februari 2026 menyinggung praktik penagihan yang dinilai belum menyentuh seluruh wajib pajak secara seimbang.

    Isu utamanya sederhana namun krusial: beban penagihan dianggap lebih sering diarahkan kepada masyarakat yang selama ini patuh membayar, sementara jutaan penunggak pajak justru belum tersentuh secara maksimal. Kondisi ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan daerah.

    Data yang mencuat menunjukkan, di Jawa Tengah saja diperkirakan sekitar 4,7 juta kendaraan menunggak pajak pada 2025 dari total 16 juta kendaraan terdaftar. Potensi pendapatan daerah yang belum tergali ditaksir mencapai Rp 2,1 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan persoalan struktural dalam tata kelola penagihan.

    Ketika penunggak tidak tersentuh optimal, sementara yang patuh terus dikejar administrasi dan sanksi kecil, muncul kesan ketimpangan dalam penerapan aturan.

    Wakil Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Azas Tigor Nainggolan, menilai pendekatan penagihan perlu dibenahi agar lebih berkeadilan. Ia mengingatkan pemerintah tidak hanya fokus pada penerimaan dari wajib pajak yang sudah tertib, tetapi juga menggali faktor penyebab ketidakpatuhan.

    Menurutnya, hambatan birokrasi kerap menjadi persoalan. Proses pembayaran PKB yang dinilai berbelit, serta urusan balik nama kendaraan yang memakan waktu dan biaya administratif, sering kali membuat masyarakat enggan atau menunda kewajibannya.

    Sejumlah rekomendasi pun mengemuka. Pertama, penyederhanaan proses birokrasi agar pembayaran PKB dan balik nama kendaraan lebih mudah dan transparan. Kedua, penguatan integritas pelayanan publik guna menekan praktik pungutan liar yang bisa merusak kepercayaan masyarakat. Ketiga, peningkatan edukasi serta perluasan opsi pembayaran digital agar akses lebih merata.

    Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar kepatuhan tumbuh dari kesadaran, bukan semata karena tekanan administratif.

    Di sisi lain, risiko hukum bagi penunggak tidak bisa dianggap remeh. Kendaraan yang tidak membayar pajak selama dua tahun berpotensi menghadapi penghapusan data registrasi. Dampaknya bisa serius: kendaraan dianggap tidak sah secara administratif, berisiko disita, hingga tidak dapat diperpanjang kepemilikannya.

    Persoalan PKB sejatinya mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam sistem perpajakan daerah: bagaimana menyeimbangkan penegakan hukum dengan kemudahan kepatuhan. Kebijakan yang lebih inklusif, transparan, dan merata diyakini menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dibebani sistem yang rumit, sekaligus memastikan potensi pendapatan daerah tidak terus menguap.

    Jika pembenahan tidak segera dilakukan, ketimpangan penagihan dikhawatirkan bukan hanya merugikan kas daerah, tetapi juga memperlemah kepercayaan publik terhadap tata kelola pajak itu sendiri.

    Laporan oleh Sony

    Bermotor PKB
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026, Ini Dasar Penetapannya

    February 18, 2026

    Jaksa Agung Akui Aset Sitaan Banyak digunakan Oknum Jaksa

    February 17, 2026

    Jokowi Sambut Kasus Ijazah dengan Fokus pada Transparansi Pendidikan

    February 12, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024137

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    World

    MQ-4C Triton AS Hilang Kontak di Selat Hormuz, Pentagon Masih Bungkam

    By merdeka-posMarch 2, 20260

    Merdekapos.com, Jakarta – Ketegangan baru membayangi kawasan Teluk setelah sebuah drone pengintai canggih milik Angkatan…

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    March 2, 2026

    Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

    March 2, 2026

    Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Suksesi Jadi Sorotan

    March 2, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    MQ-4C Triton AS Hilang Kontak di Selat Hormuz, Pentagon Masih Bungkam

    March 2, 2026

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    March 2, 2026

    Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

    March 2, 2026

    Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Suksesi Jadi Sorotan

    March 2, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    MQ-4C Triton AS Hilang Kontak di Selat Hormuz, Pentagon Masih Bungkam

    March 2, 2026

    PKB Dinilai Tidak Adil, Penagihan Pajak Kendaraan Bermotor Diminta Lebih Merata

    March 2, 2026

    Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

    March 2, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024137

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version