Close Menu
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, February 11
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Nasional»Tagar #SaveRajaAmpat Menggema, Tambang Nikel Dinilai Rusak Alam dan Sosial Warga
    Nasional

    Tagar #SaveRajaAmpat Menggema, Tambang Nikel Dinilai Rusak Alam dan Sosial Warga

    merdeka-posBy merdeka-posJune 5, 2025No Comments1 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Surga kecil yang terancam. Inilah Raja Ampat, rumah bagi keanekaragaman hayati laut dunia. Sebelum tambang nikel mulai menggerogotinya. Suaramu penting. #SaveRajaAmpat (Sumber: Internet)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Papua – Tagar #SaveRajaAmpat menjadi perbincangan hangat dan menduduki posisi trending di media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Rabu (4/6/2025).

    Lonjakan perhatian ini dipicu oleh kekhawatiran publik terhadap aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

    Salah satu suara yang paling lantang dalam isu ini datang dari Greenpeace Indonesia. Dalam sebuah aksi damai yang digelar Selasa (3/6/2025), bertepatan dengan pelaksanaan Indonesia Critical Minerals Conference 2025 di Jakarta, aktivis Greenpeace bersama empat pemuda Papua membentangkan spanduk bertuliskan: “What’s the True Cost of Your Nickel?”, “Nickel Mines Destroy Lives”, dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining”.

    Aksi tersebut berlangsung saat acara pembukaan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno.

    Menurut Greenpeace, agenda hilirisasi nikel yang tengah didorong pemerintah dapat menimbulkan dampak ekologis serius, terutama di kawasan-kawasan sensitif seperti Morowali, Halmahera, dan kini, Raja Ampat.

    “Ketika pemerintah dan industri sibuk bicara soal masa depan nikel, justru masyarakat adat di daerah terdampak harus menanggung kerusakan lingkungan. Hutan ditebang, tanah dikeruk, laut tercemar, dan warga lokal tersisih,” ungkap Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.

    Greenpeace menyebutkan, hasil pemantauan mereka sepanjang 2024 menunjukkan adanya aktivitas pertambangan di beberapa pulau kecil di Raja Ampat, seperti Gag, Kawe, dan Manuran. Padahal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 telah menetapkan bahwa pulau kecil dan kawasan pesisir harus dilindungi dari kegiatan eksploitasi sumber daya alam.

    Lebih dari 500 hektare hutan alam dilaporkan telah rusak akibat ekspansi tambang. Sedimen dan limbah tambang yang mengalir ke laut turut mengancam keberadaan terumbu karang serta keanekaragaman hayati bawah laut di kawasan tersebut, yang dikenal sebagai salah satu yang terkaya di dunia.

    Ronisel Mambrasar, perwakilan dari Aliansi Jaga Alam Raja Ampat, turut menyoroti dampak sosial dari keberadaan tambang. “Tambang nikel tidak hanya menghancurkan laut sebagai sumber penghidupan, tapi juga memicu konflik sosial di antara warga,” jelasnya.

    Greenpeace mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kembali arah kebijakan hilirisasi nikel. Mereka menilai pendekatan yang terlalu fokus pada investasi telah mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta prinsip keadilan lingkungan dalam transisi menuju energi hijau.

    “Transisi energi seharusnya tidak melanggengkan ketidakadilan atau memperburuk krisis iklim. Harus ada keadilan ekologis,” tegas Iqbal.

    Menanggapi kegelisahan publik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan meninjau kembali aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat. Ia juga berencana mengundang perusahaan-perusahaan tambang, baik milik negara maupun swasta, untuk rapat evaluasi.

    “Akan saya panggil semua yang punya izin. Mau itu BUMN, mau swasta,” kata Bahlil di Jakarta.

    Ia menambahkan bahwa Papua, sebagai daerah otonomi khusus, memerlukan pendekatan kebijakan yang berbeda, termasuk dalam pengembangan industri berbasis mineral. Bahlil juga membuka wacana agar pembangunan fasilitas pengolahan (smelter) dilakukan langsung di Papua untuk memberi dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat setempat.

    Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Barat Daya, saat ini terdapat dua perusahaan tambang nikel yang aktif beroperasi di wilayah Raja Ampat: PT GAG Nikel dan PT Kawei Sejahtera Mining. Kedua perusahaan tersebut telah mengantongi izin sebelum Provinsi Papua Barat Daya resmi dibentuk.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengaku kesulitan melakukan pengawasan terhadap operasional tambang karena terbatasnya kewenangan daerah. Pemerintah daerah mendorong adanya evaluasi kebijakan agar masyarakat lokal dapat lebih dilibatkan dalam pengelolaan sumber daya alam demi keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.

    Laporan oleh Dipa

    Saverajaampat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Ingatkan Pandji Pragiwaksono, Projo: Kebebasan Berekspresi di publik ada batasnya

    January 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Health

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    By merdeka-posFebruary 11, 20262

    Merdekapos.com, Jakarta -Penonaktifan sekitar 15 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan oleh pemerintah…

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version