Close Menu
    What's Hot

    Krisis BBM Menguat, Konflik Global Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

    March 28, 2026

    Perang Iran Picu Krisis BBM Global, Sejumlah Negara Terapkan Kebijakan Darurat Energi

    March 28, 2026

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026
    What's Hot

    Krisis BBM Menguat, Konflik Global Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

    March 28, 2026

    Perang Iran Picu Krisis BBM Global, Sejumlah Negara Terapkan Kebijakan Darurat Energi

    March 28, 2026

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, March 29
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Nasional»Biodiesel B50 Dinilai Berisiko, Akademisi Minta Pemerintah Hitung Dampak ke Industri Sawit
    Nasional

    Biodiesel B50 Dinilai Berisiko, Akademisi Minta Pemerintah Hitung Dampak ke Industri Sawit

    merdeka-posBy merdeka-posOctober 20, 2025No Comments3 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Biodiesel
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Jakarta — Pemerintah diminta berhati-hati dalam menerapkan kebijakan biodiesel B50 yang rencananya diberlakukan pada 2026. Pasalnya, tanpa perhitungan matang, kebijakan tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan industri kelapa sawit nasional yang tengah menghadapi tekanan daya saing di pasar global.

    Guru Besar IPB University, Bayu Krisnamurthi, menilai pemerintah perlu memastikan seluruh aspek ekonomi, energi, dan industri diperhitungkan secara komprehensif sebelum menaikkan campuran biodiesel dari B40 ke B50.

    “Sudah beberapa tahun terakhir ini, produksi dan investasi sawit Indonesia stagnan akibat kebijakan yang tidak menentu,” ujar Bayu dalam siaran persnya, Senin (20/10/2025).

    Menurutnya, kenaikan kadar biodiesel menjadi B50 berpotensi menambah beban subsidi, menekan ekspor minyak sawit mentah (CPO), serta meningkatkan harga minyak goreng di dalam negeri. Dampak berantai ini, kata Bayu, bisa menggerus daya saing sawit Indonesia di pasar internasional.

    Kajian dari Pranata UI juga menekankan pentingnya penerapan kebijakan biodiesel nasional secara terukur, adaptif, dan berbasis data ilmiah. Pendekatan ini dinilai penting agar transisi menuju energi hijau tetap seimbang dengan keberlanjutan industri sawit nasional.

    Indonesia saat ini merupakan produsen sekaligus konsumen minyak sawit terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 48,2 juta ton atau sekitar 54% dari pasokan global. Namun, untuk memenuhi kebutuhan biodiesel B50, produksi domestik diperkirakan harus meningkat hingga 59 juta ton per tahun, sementara produksi 2025 hanya diproyeksikan 49,5 juta ton.

    Ketimpangan produksi ini dikhawatirkan akan mengganggu pasokan dalam negeri dan menekan ekspor. Berdasarkan simulasi, kebijakan B50 memang berpotensi menghemat devisa impor solar hingga Rp172,35 triliun, namun di sisi lain, bisa menimbulkan kehilangan devisa ekspor CPO sebesar Rp190,5 triliun.

    Kondisi tersebut berpotensi melemahkan neraca perdagangan, cadangan devisa, dan stabilitas nilai tukar rupiah, terlebih saat harga CPO Indonesia sudah lebih tinggi dibanding minyak nabati lain. Situasi ini mendorong negara importir besar seperti India beralih ke produk pesaing.

    Selain itu, kebijakan B50 juga bisa memicu kenaikan harga domestik. Harga minyak goreng diperkirakan naik hingga 9%, sedangkan harga TBS (tandan buah segar) berpotensi meningkat Rp618 per kilogram akibat meningkatnya permintaan bahan baku biodiesel.

    Namun, di sisi lain, lonjakan subsidi untuk menjaga keekonomian program bisa menjadi beban fiskal besar. Jika tarif pungutan ekspor CPO dinaikkan dari 10% menjadi 15,17%, harga TBS di tingkat petani justru bisa tertekan hingga Rp1.725 per kilogram.

    Bayu menegaskan, keberhasilan transisi energi harus tetap berpijak pada data dan keseimbangan ekonomi nasional. “Kita butuh kebijakan yang adaptif, bukan hanya ambisius,” tutupnya.

    Laporan oleh Dipa

    biodiesel CPO Industri sawit
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026

    Kejaksaan Agung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan, Usut Dugaan Korupsi Ekspor CPO Disamarkan sebagai POME

    March 3, 2026

    Pasokan BBM Aman 20 Hari ke Depan, Bahlil Pastikan Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Iran

    March 3, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024138

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202344

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202334
    HO
    Daerah

    Krisis BBM Menguat, Konflik Global Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

    By merdeka-posMarch 28, 20260

    Merdekapos.com, Pekanbaru — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan di tengah ketidakpastian…

    Perang Iran Picu Krisis BBM Global, Sejumlah Negara Terapkan Kebijakan Darurat Energi

    March 28, 2026

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026

    Pesawat Garuda Indonesia Alami Kerusakan Setelah Mendarat di Pekanbaru, Penyebab Masih Diselidiki

    March 7, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    Krisis BBM Menguat, Konflik Global Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

    March 28, 2026

    Perang Iran Picu Krisis BBM Global, Sejumlah Negara Terapkan Kebijakan Darurat Energi

    March 28, 2026

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026

    Pesawat Garuda Indonesia Alami Kerusakan Setelah Mendarat di Pekanbaru, Penyebab Masih Diselidiki

    March 7, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Krisis BBM Menguat, Konflik Global Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

    March 28, 2026

    Perang Iran Picu Krisis BBM Global, Sejumlah Negara Terapkan Kebijakan Darurat Energi

    March 28, 2026

    PROJO Apresiasi Arahan Presiden Prabowo Usut Tuntas Kasus Penyerangan Aktivis Andrie Yunus

    March 16, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024138

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202344
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version