Close Menu
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    What's Hot

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, February 11
    Facebook X (Twitter) Instagram
    merdekapos.commerdekapos.com
    • Home
    • Nasional
    • Daerah
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Hubungi Kami
    merdekapos.commerdekapos.com
    Home»Ekonomi»Kekhawatiran Terhadap Kebijakan Penertiban Kebun Sawit Dalam Hutan: Dampak Negatif Terhadap Industri Kelapa Sawit
    Ekonomi

    Kekhawatiran Terhadap Kebijakan Penertiban Kebun Sawit Dalam Hutan: Dampak Negatif Terhadap Industri Kelapa Sawit

    merdeka-posBy merdeka-posFebruary 12, 2025Updated:July 24, 2025No Comments3 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Ilustrasi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Merdekapos.com, Pekanbaru – Dalam sebuah pernyataan yang mencuat, Dr. Sadino, pakar hukum kehutanan dari Universitas Al-Azhar, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh Perpres No. 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan terhadap industri kelapa sawit nasional. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi mengganggu operasional perkebunan, membebani finansial perusahaan, dan bahkan memicu pemutusan hubungan kerja secara massal.

    Sadino menyoroti ketidakseimbangan yang mencolok antara luas kawasan hutan yang tidak terkelola, mencapai 31,84 juta hektar, dan luas lahan yang menjadi sengketa antara kawasan hutan dan perkebunan, yang hanya sekitar 4,27 juta hektar.

    “Dengan proporsi yang kecil ini, mengapa perhatian pemerintah justru tertuju pada lahan kelapa sawit?” tegasnya,Rabu (12/02/2025). menambahkan bahwa fokus harusnya lebih luas dan tidak hanya terjebak pada masalah perkebunan.

    Lebih jauh, Sadino mengingatkan bahwa jika seluruh lahan terlantar tersebut diupayakan untuk dihutan, rencana pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045 bisa terancam. Moratorium izin baru untuk kelapa sawit yang telah diterapkan, ditambah dengan stagnasi produksi yang berlangsung selama beberapa tahun, bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan energi dari biodiesel dan hilirisasi lainnya.

    “Penetapan kawasan hutan ini dapat mengurangi luas lahan perkebunan kelapa sawit, yang berimplikasi langsung pada produksi nasional. Dalam konteks ini, kelapa sawit merupakan salah satu pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” jelas Sadino.

    Di sisi lain, Agus Suryoko, Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, mengonfirmasi bahwa perubahan status kawasan memang terjadi. Di Provinsi Riau, sekitar 1,83 juta hektar lahan yang telah dibangun kini ditetapkan sebagai kawasan hutan, meskipun di atasnya telah berdiri berbagai aktivitas ekonomi seperti perkebunan, pertambangan, dan permukiman.

    “Perubahan ini perlu dicermati dengan seksama, agar tidak menyulitkan masyarakat dan industri yang telah beroperasi di kawasan tersebut,” ungkap Agus.

    Kekhawatiran Sadino dan penegasan Agus mencerminkan dilema yang dihadapi Indonesia: bagaimana menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. Dialog antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi sangat penting untuk menemukan solusi yang berkelanjutan, agar kedua kepentingan ini dapat berjalan beriringan, demi masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

    Laporan oleh Dipa

    Sawit
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    merdeka-pos
    • Website

    Related Posts

    Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Dinilai Belum Merata, Ketimpangan Jadi Masalah Utama

    February 5, 2026

    Sambut Ramadan Harga TBS Sawit Riau Menguat, Plasma dan Swadaya Sama-Sama Naik

    February 4, 2026

    Pergantian Pimpinan BEI dan OJK Dinilai Sinyal Krisis Kepercayaan Pasar

    February 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343

    Besok Pagi Mendagri Akan Melantik 10 Pj Gubernur

    September 4, 202333
    HO
    Health

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    By merdeka-posFebruary 11, 20262

    Merdekapos.com, Jakarta -Penonaktifan sekitar 15 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan oleh pemerintah…

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Tentang Kami
    Tentang Kami

    Merdeka Pos adalah platform media daring dengan filosofi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Merdeka Pos ingin menjadi sumber informasi yang dipercaya.

    Email Us: maria.mektania@gmail.com
    Contact: +62 813-7494-9844

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026

    Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Resmi Digelar di Italia

    February 6, 2026
    Filosofi
    Filosofi

    Pewartaan membutuhkan kemerdekaan yang terarah untuk memenuhi berbagai fungsi kontrol, baik sosial, ekonomi, maupun politik.

    MerdekaPos.com memegang konsep kemerdekaan yang terarah yang berpihak kepada rakyat.

    Karena MerdekaPos.com ditulis dan dikelola oleh rakyat, untuk rakat dan bagi rakyat.

    Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
    Our Picks

    15 Juta Peserta PBI BPJS Dinonaktifkan, DPR Desak Pemerintah Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Terjamin

    February 11, 2026

    Regenerasi Petani Era Gen Z Sebagai Motor Inovasi Pertanian, Ormas Projo Dorong Terwujudnya Era “Tech-Savvy Farming

    February 10, 2026

    Projo Tegaskan Dukungan untuk Presiden Prabowo dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan

    February 9, 2026
    Most Popular

    Wow, Ternyata Riau Miliki Patung Karya I Nyoman Nuarta

    August 17, 2024132

    Kadis PUPR Riau sidak langsung flyover sudirman yang retak.

    September 8, 202350

    Buruan! Program Penghapusan Denda Pajak Di Riau Akan Segera Berakhir

    August 29, 202343
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Go to mobile version